Info TPQ Hidayatul Ulum
Senin, 12 Okt 2026
  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1444 H

Bangun Generasi Qur’ani dari Keteladanan Guru, TPQ Hidayatul Ulum Hadirkan Pengajian Penuh Motivasi

Diterbitkan : - Kategori : Berita Pengajar / BERITA TERBARU / BERITA TPQ / HU NEWS

Pengajian Bulanan TPQ Hidayatul Ulum bersama Ust. H. Muhammad Maryudi Tekankan Pentingnya Energi Positif dalam Mendidik

BANDA ACEH – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hidayatul Ulum Gampong Lambaro Skep kembali menggelar pengajian rutin bulanan sebagai upaya meningkatkan semangat belajar dan mengajar agama, khususnya dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.

Pada kesempatan kali ini, pengajian malam menghadirkan Ustadz H. Muhammad Maryudi yang menyampaikan materi bertema “Mengupas Upaya Semangat Belajar dan Mengajar Agama dalam Mendidik.”

Dalam tausiahnya, Ust. H. Muhammad Maryudi  menekankan bahwa menjadi pengajar Al-Qur’an bukan sekadar menjalankan tugas mengajar, melainkan juga merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai ibadah dan peluang memperoleh pahala jariyah.

Ia mengibaratkan seorang guru sebagai guide atau pemandu yang membantu para santri mencapai visi kehidupan mereka, baik dalam memahami ilmu agama maupun membangun karakter Islami.

Pembagian doorprize kepada Ustadz aktif selama kajian

Pembagian doorprize kepada Ustadz aktif selama kajian

“Jika hari ini kita menjadi pengajar Al-Qur’an, jangan pernah merasa kecil dengan peran tersebut. Teruslah mengabdi dengan bangga, karena Allah dapat membukakan pintu-pintu rezeki melalui jalan yang tidak pernah kita duga,” ungkapnya dalam pesan motivasi kepada para peserta pengajian.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia bukanlah tujuan akhir kehidupan, melainkan tempat untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat.

Oleh karena itu, setiap guru perlu memiliki visi dan misi yang jelas dalam menjalankan tanggungjawab, terutama dalam memperbanyak amal jariyah melalui pendidikan dan pembinaan generasi muda. Hasil kajian yang disampaikan diantaranya :

  1. Memuliakan Orang Lain sebagai Jalan KebaikanDalam pemaparannya, Ust. Maryudi  mengangkat sebuah analogi menarik tentang tempat rezeki berbagai makhluk hidup. Ikan memperoleh makanan di terumbu karang, jerapah menjangkau dedaunan di pepohonan, dan monyet mendapatkan makanan di pohon pisang. Lantas, di manakah letak rezeki manusia?

    Menurutnya, salah satu jalan hadirnya rezeki dan keberkahan dalam kehidupan manusia adalah ketika seseorang berusaha membahagiakan, membantu, dan memuliakan orang lain.

    Ketulusan dalam berbuat baik akan menumbuhkan semangat, memperluas hubungan antarmanusia, serta menghadirkan energi positif dalam menjalani kehidupan.

    Ia menegaskan bahwa hati yang ikhlas, lapang dada, dan tidak mudah berprasangka buruk merupakan modal penting bagi seorang pendidik. Guru yang mampu memandang orang lain dengan baik akan lebih mudah membangun hubungan yang positif dengan santri maupun lingkungan sekitarnya.

  2. Tawadhu’, Kunci Karakter Seorang PendidikUst. Maryudi  turut membahas pentingnya sikap tawadhu atau rendah hati dengan mengangkat pesan yang dinisbatkan kepada Hasan al-Bashri. Menurutnya, kerendahan hati tidak dapat diukur dari pakaian, kekayaan, kedudukan, ataupun pujian yang diterima seseorang.

    Tawadhu tercermin dari cara seseorang memandang orang lain dengan prasangka baik, tidak merasa dirinya lebih mulia, serta menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan yang belum tentu diketahui oleh orang lain.

    “Jangan mudah merasa lebih baik daripada orang lain. Kita hanya melihat apa yang tampak, sedangkan Allah Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam hati,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam pengajian tersebut.

    Pesan ini menjadi pengingat bagi para guru agar senantiasa memperbaiki diri sebelum menuntut perubahan dari orang lain. Seorang pendidik bukan hanya dituntut memiliki kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga perlu menghadirkan keteladanan, kesabaran, dan kelapangan hati dalam mendidik santri.

  3. .Guru Harus Menjadi Sumber Energi Positif bagi SantriLebih lanjut, Ust. Maryudi  menegaskan bahwa salah satu hal mendasar yang harus dimiliki seorang guru adalah energi positif.

    Ketika mengharapkan santri tumbuh menjadi pribadi yang shaleh, disiplin, dan berakhlak baik, guru harus terlebih dahulu memberikan contoh melalui sikap, perkataan, dan perilakunya.

    Menurutnya, ketika santri belum menunjukkan respons yang diharapkan, seorang guru perlu melakukan evaluasi terhadap pendekatan mendidik yang digunakan.

    Guru hendaknya tidak terburu-buru menyalahkan santri, tetapi berusaha menemukan cara yang lebih baik untuk membangun kedekatan, menumbuhkan motivasi, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan.

    Ia juga mengingatkan pentingnya sentuhan kasih sayang dalam mendidik anak. Setiap bentuk sentuhan harus dilakukan secara wajar, lembut, menghormati kenyamanan anak, dan sesuai dengan batasan yang berlaku.

    Kasih sayang yang disertai komunikasi positif dapat membantu menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.

    “Jika ingin santri menjadi saleh dan memiliki energi positif, mulailah dari diri kita sebagai pengajar. Jadilah pribadi yang mampu memercikkan kebaikan, sehingga nilai-nilai positif itu dapat diterima dan tumbuh dalam diri santri,” pesannya.

  4. Setiap Ujian Mengandung Peluang KebaikanMenutup kajiannya, Ustadz. H. Muhammad Maryudi  mengajak seluruh peserta untuk tetap optimistis ketika menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan maupun dalam menjalankan tugas mendidik.Ia mengingatkan bahwa setiap ujian dapat menjadi jalan pembelajaran, pendewasaan diri, dan kesempatan untuk meraih kebaikan yang lebih besar.

    Ia juga berpesan agar para pengajar dan seluruh peserta pengajian tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

    Al-Qur’an hendaknya senantiasa menjadi pedoman, sumber inspirasi, serta landasan dalam mendidik dan membangun karakter generasi penerus.

    Melalui pengajian rutin bulanan ini, TPQ Hidayatul Ulum berharap para pengajar semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pengabdian, memperkuatketeladanan, serta menghadirkan proses pembelajaran yang penuh kasih sayang dan nilai-nilai Islami.

    Pembagian doorprize kepada Ustadzah aktif selama kajian

    Pembagian doorprize kepada Ustadzah aktif selama kajian

Profil dari Ustadz H. Muhammad Maryudi beliau dikenal sebagai Pembicara Nasional & Internasional, Founder Cahaya Kerinduan, Mahkota Qur’an, Developing Quranic Generation serta Penulis 5 Buku.

Pengajian ini bukan hanya menjadi ruang untuk menambah ilmu, tetapi juga menjadi momentum bagi para pendidik untuk kembali meluruskan niat, memperkuat komitmen, dan menyadari bahwa mengajar Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Humas HU*

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar